-->

Jumat, 14 Oktober 2016

TAFSIR TEMATIK PMI

TAFSIR TEMATIK PMI
TENTANG FISIK ATAU MATERIAL

 

DISUSUN OLEH :

Wahyu Rizky Parmanda
13154042

Dosen
Pengampu : H. Ali Akbar Simbolon

PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
2015/2016



 

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Fisik atau Material

Fisik adalah tubuh manusia yang kasat mata dan memiliki lima panca indra. Psikis adalah jiwa manusia. Fisik dan psikis merupakan satu kesatuan yang seharusnya diselaraskan dalam setiap fungsinya. Adapun material adalah bahan-bahan pendukung bagi berlangsungnya kinerja fisik manusia.

B.    At – Tin 95 : 4 (Makkiyah)

Artinya: 4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Maksud firman Allah (sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya) adalah sesuatu yang disumpahkan. Allah SWT menciptakan manusia dalam rupa yang sangat baik dan dalam bentuk yang sebaik-baiknya pula.
      Adapun bukti nyata Allah telah menciptakan manusia dengan kesempurnaan-Nya yaitu dengan adanya alat pencernaan di dalam tubuh manusia, seperti dengan adanya air liur sebagai sumber pertahanan pertama dan memperlancar masuknya makanan sehingga mudah dicerna. Kemudian alat pernapasan yang dimana terdapat hidung yang diciptakan untuk membersihkan dan menghangatkan udara yang kita hirup. Kemudian kerangka tubuh manusia yang tidak hanya melindungi organ-organ utama di dalam tubuh tetapi juga dengan kemampuan bergerak yang unggul. Kemudian kulit yang merupakan organ penting terluar yang melindungi tubuh. Dan terakhir jantung, adalah bagian terpenting pada system peredaran darah yang menghubungkan 100 triliun sel pada tubuh manusia satu demi satu.[1]
      Kata خلقنا artinya Kami telah menciptakan. Allah sering kali menggunakan kata Kami untuk menunjuk diri-Nya. Dari sisi lain, penggunaan kata Kami yang menunjuk kepada Allah mengisyaratkan adanya keterlibatan selain-Nya dalam penciptaan manusia. Dalam hal ini ibu bapak manusia. Ibu bapak mempunyai peranan yang sangat berarti dalam penciptaan anak-anaknya, termasuk dalam penyempurnaan keadaan fisik dan psikisnya. Para ilmuwan mengakui bahwa keturunan dan pendidikan merupakan dua faktor yang sangat dominan dalam pembentukan fisik dan kepribadian anak. Peranan yang lain itu sebagai pencipta sama sekali tidak seperti Allah melainkan hanya sebagai alat atau perantara saja.
Adapun hadis yang berhubungan dengan proses penciptaan manusia yaitu:

Artinya: “Sesungguhnya penciptaan salah seorang di antara kalian dihimpun di dalam perut ibunya selama empat puluh hari berupa air mani, kemudian menjadi segumpal darah dalam waktu sama, kemudian menjadi segumpal daging juga dalam waktu yang sama. Setelah itu, malaikat diutus untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk mencatat empat perkara: mencatat rezekinya, ajalnya, perbuatannya, dan celaka ataukah bahagia.” (HR. Bukhori)
Hadits ini menyatakan bahwa penciptaan manusia itu dihimpun di dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk air mani. Kemudian selama 40 hari dalam bentuk segumpal darah, kemudian 40 hari dalam bentuk segumpal daging. Lalu diutuslah malaikat yang akan meniupkan roh padanya. Hal ini berlangsung dalam waktu 4 bulan atau 120 hari (40 hari x 3 fase).

C.    Al – Isra’ 17 : 70 (Makkiyah)




Artinya: 70. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[2], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
Setelah menggambarkan anugerah-Nya ketika berada di laut dan di darat, baik terhadap yang taat maupun yang durhaka, ayat ini menjelaskan sebab anugerah itu, yakni karena manusia adalah makhluk unik yang memiliki kehormatan dalam kedudukannya sebagai manusia baik dia taat beragama maupun tidak. Dengan bersumpah sambil mengukuhkan pernyataan-Nya, ayat ini menyatakan bahwa dan kami yakni Allah bersumpah bahwa sesungguhnya telah kami muliakan anak cucu adam dengan bentuk tubuh yang bagus, kemampuan berbicara dan berfikir serta berpengetahuan dan kami beri juga mereka kebebasan memilah dan memilih dan kami angkut mereka didaratan dan dilautan dengan aneka alat transport yang Kami ciptakan agar mereka dapat menjelajahi bumi dan angkasa yang kesemuanya Kami ciptakan untuk mereka.
Dan Kami juga beri mereka rezeki dari yang baik-baik sesuai dengan kebutuhan mereka lagi lezat dan bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan jiwa mereka. Dan Kami lebihkan mereka atas banyak makhluk dari siapa yang telah kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. Kami lebihkan mereka dari hewan dengan akal dan daya cipta sehingga menjadi makhluk yang bertanggung jawab.[3]
Ayat ini merupakan salah satu dasar menyangkut pandangan Islam tentang hak-hak asasi manusia. Manusia harus dihormati hak-hak nya tanpa perbedaan. Semua memiliki hak hidup, hak berbicara dan mengeluarkan pendapat, hak beragama hak memperoleh pekerjaan dan hak berserikat. Hanya saja yang perlu dicatat bahwa hak-hak yang dimaksud adalah anugerah Allah dan selalu berada dalam koridor tuntunan agama-Nya.

D.    An – Nuur 24 : 32 (Madaniyyah)





Artinya: 32. Dan nikahlah orang-orang yang sendirian[4] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Adapun hadis yang berkaitan dengan ayat diatas adalah:

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Hai para pemuda, barangsiapa diantara kamu yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat.” [HR. Jama‘ah]
Dari ayat dan hadis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang sudah mampu untuk berumahtangga, sangat dianjurkan untuk segera menikah. Hal ini bertujuan agar seorang tersebut terhindar dari perbuatan zina. Jika mereka tidak memiliki harta yang cukup untuk melaksanakan pernikahan, Allah akan memberikan petunjuk dan karunia-Nya karena Allah maha memberi dan maha mengetahui.

E.    Al – Baqarah 2 : 247 (Madaniyyah)



Artinya: 247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh (fisik) yang perkasa." Allah memberikan kerajaanya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya dan lagi Maha Mengetahui.
      Mereka mengenal Thalut karena beliau seorang yang sangat menonjol tinggi badan nya, karena itu ia dinamai “Thalut”, seakar dengan kata “Thawil” yang berarti p anjang atau tinggi. Mereka menolaknya dengan alasan kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan dari pada dia. Ini mereka kemukakan karena Thalut bukan keturunan bangsawan, sedangkan para pemuka masyarakat itu adalah bangsawan yang secara turun temurun memerintah. Disisi lain, lanjut mereka sedang dia pun tidak diberikan kelapangan dalam harta.
      Keberatan mereka dibantah oleh nabi mereka, bahwa Allah telah memilihnya atas kamu dan melebihkan untuknya keluasan dalam ilmu serta keperkasaan dalam jasmani. Demikian lah sang nabi mengukuhkan bahwa yang memilih adalah Allah yang maha mengetahui. Dari ayat ini dipahami bahwa wewenang pemerintah bukanlah atas dasar keturunan tetapi atas dasar pengetahuan dan kesehatan jasmani bahkan disini diisayaratkan bahwa kekuasaan yang direstui-Nya yang bersumber dari-Nya, dalam arti adanya hubungan baik antara penguasa dan Allah SWT. Disisi lain, ayat ini mengisyaratkan bahwa bila anda ingin memilih, janganlah terperdaya oleh keturunan, kedudukan social atau popularitas tetapi hendaknya atas dasar kepemilikan sifat-sifat dan kualifikasi yang dapat menunjang tugas yang akan dibebankan kepada yang anda pilih.[5]


  

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Adapun Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia memiliki derajat yang lebih tinggi di bandingkan dengan makhluk lain. Allah memberikan akal dan pikiran kepada manusia. Ini lah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Tujuan Allah memberikan akal dan fikiran itu agar manusia berfikir dan menggunakan akal nya untuk melakukan kebaikan dijalan Allah dan mengetahui mana yang baik mana yang mungkar.
Dari ke empat ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Allah menciptakan manusia melalui banyak proses, yang berawal dari air mani kemudian menjadi segumpal darah dan berubah menjadi segumpal daging dalam waktu yang sama ditiupkan roh pula sehingga manusia sangat mulia diangkat oleh Allah derajat nya yang memiliki akal dan daya cipta menjadikan manusia memiliki jiwa yang bertanggung jawab. Dengan diberikan-Nya akal dan daya cipta manusia dituntut untuk menikah dengan lawan jenis nya, agar terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan, karena Allah sudah menjanjikan bagi yang belum mampu atau karna belum mempunyai harta Allah akan memberikan petunjuk dan karunia-Nya karena Allah maha mengetahui dan maha memberi.
  

DAFTAR PUSTAKA


Kemenag RI.2010.Syaamil Al-Qur‘an Miracle The Reference.Bandung.PT.Sygma Publishing
Shihab, M.Quraish.2002.Tafsir Al-Mishbah Volume 7.Jakarta.Lentera Hati




[1] Kemenag RI, “Syaamil Al-Qur’an Miracle The Reference” (Bandung: PT. Sygma Publishing) 2010
[2] Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan.
[3] M.Quraish Shihab.”TAFSIR AL-MISHBAH” Volume 7 (Jakarta: Lentera Hati) 2002 hal. 149-150
[4]Maksudnya: Hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita- wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat kawin.
[5] M.Quraish Shihab.”TAFSIR AL-MISHBAH” Volume 7 (Jakarta: Lentera Hati) 2002 hal. 643-644
Share:

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar

Spotlight