-->

Kamis, 25 Mei 2017

Masa Lalu

Hai Masa Lalu.
Tidak, aku hanya ingin menyapa.
Berdebukah kau?
Maaf aku semakin jarang berkunjung.
Aku disibukkan dengan masa kini dan impian masa depanku.
Tidak, aku tidak akan melupakanmu.

Hai Masa Lalu.
Lagi, aku hanya ingin menyapa.
Terimakasih sudah pernah ada.
Terimakasih sudah pernah menjadi bagian dari perjalananku.
Sedih, bahagia, tertawa, menangis, suka dan duka menjadi penguat langkahku di masa kini.
Bukankah masa kini adalah hasil rentetan perjalan masa lalu?
Maka dari itu aku ingin berterima kasih.

Hai Masa Lalu.
Kini kusimpan semua cerita kita dalam sebuah kotak yang kuberi nama masa lalu, iya kamu.
Ruangmu mungkin kini gelap, aku pasti akan sering kembali berkunjung, namun hanya sebentar.
Aku takkan bisa berlama-lama. Aku hanya sekedar ingin melihat, seperti apa jalan yang kulali dulu.
Agar aku bisa belajar lagi jika saja masa kiniku aku lalai atau aku lupa menjaga langkah ini.

Hai Masa Lalu.
Lihatkah kau bagaimana aku di masa kiniku? Kadang menyedihkan, kadang bisa dibilang membanggakan, kadang juga kau pasti bertanya-tanya kan?
Semoga kau bangga, kau tetap bahagia disana.
Apa yang aku capai semua ini, itu adalah karena semua pelajaran di masa lalu yang membentukku.

Hai Masa Lalu.
Mari kita berdamai. Mari kita saling menyapa. Mari kita saling mendoakan.
Aku akan belajar menjadi dewasa. Menjadi lebih tangguh, menjadi lebih bertanggung jawab.
Semoga langkah kita dikuatkan, yang menjadikan penyempurnaan kisah kita di masa depan.

Piece :)
 
Share:

Related Posts:

0 komentar:

Posting Komentar

Spotlight